HARI PERTAMA MULAI GAYA HIDUP MINIMALIS
Medan, 26 Mei 2019
Dear
readers...
Hari
ini saya memutuskan untuk memulai hidup minimalis. Saya hanya baru saja pergi
ke gramedia toko buku, kemudian saya melihat satu buku yang menarik untuk saya
baca. Saya lihat buku itu berjudul GAYA HIDUP MINIMALIS ALA JEPANG. Entah kenapa
saya merasa merasa tertarik untuk membacanya. Dari halaman pertama yang saya
baca saja sudah menggugah hasrat saya untuk mencobanya, sebab gambar gambar
yang diperlihatkan pada halaman awal buku itu menyentuh benak saya. Saya hanya
membaca keterangan gambar tersebut, contoh kehidupan orang-orang yang telah
menjalani gaya hidup minimalis dan poin poin besar dalam subjudul didalamnya. Saya
memutuskan untuk membawa pulang buku itu dan akan melanjutkannya dirumah.
Setibanya
saya dirumah saya merasa perlu membaca keseluruhan isi bukunya dahulu sebelum
saya memutuskan untuk membuang beberapa barang-barang saya dengan secepat ini
dan sekejap berada dalam lingkungan gaya minimalis. Membuang barang-barang yang
mungkin tidak saya pakai lagi secepatnya itu yang selalu ada di dalam pikiran
saya saat sedang dalam perjalanan pulang. Saya akan membuang ini, oh pakaianku
yang ini akan ku lelang di internet, tas dan segala pernak pernik yang memenuhi
kamar pribadiku. Saat saya membaca buku tersebut, saya merasa bahwa didalam
diri saya memang tertanam gaya minimalis. Saya mengingat kembali bagaimana cara
saya berpakaian, saya menggunakan beberapa pakaian dengan lebih sering
dibanding yang lainnya, aksesoris seperti jam tangan yang saya sudah pakai
empat tahun belakangan ini dan saya juga bukan orang yang suka menggunakan
gelang tangan lainnya, perhiasan seperti kalung, cincin, anting dan perhiasan
perempuan lainnya saya pakai sehari hari tidak saya ganti dan modelnya juga
sangat biasa jauh dari kesan mewah. Tas dan sepatu yang saya gunakan juga
sering sekali itu itu saja, tapi kenapa jumlahnya banyak dalam rumah. Kebanyakan
dari benda-benda ini lebih sering diam tidak digunakan dan hanya sebagai
pajangan semata yang tidak dapat bergerak dan melakukan sesuatu pekerjaan yang
berguna untuk saya malah membuat lemari saya penuh sampai harus menumpuk dalam
keranjang. Saya tiba-tiba berencana akan melelang hampir semuanya dan saya akan
menyisakan beberapa. Namun, ada waktu saya termenung melihat isi lemari saya,
betapa saya sudah sangat lapar mata selama ini. Mengeluarkan budget yang tidak
murah untuk menumpuk semuanya, memuaskan keinginan saya kemudian saya menjadi
sangat tidak tega membaginya pada siapapun
bahkan menjualnya. Saya memikirkan harga yang saya keluarkan, bagaimana
nanti jika saya memerlukannya, bagaimana jika ini dan jika itu. Itulah yang
saya pikirkan saat ini.
Saya
memutuskan memulainya dari barang yang tidak saya pakai lagi sama sekali,
dimana saya memang sangat suka menyimpan sesuatu yang saya anggap itu akan
berguna suatu saat nanti namun dengan waktu yang sangat lama saya tak juga
menggunakannya. Saya mengecek kamar dan barang-barang kecil, saya mengerti jika
ini akan berlangsung jika ada ketegaan dalam diri saya. Kemudian saya menolak
untuk bernegosiasi lagi dengan pikiran saya, saya langsung membuangnya begitu
saja, menyalakan api dan membakarnya. Semakin saya giat mencari barang-barang
tersebut dan langsung melemparkannya kedalam api karna saya pikir itu akan
cepat membuat saya lupa. Saya sudah membuang barang-barang dari kamar saya
setidaknya mungkin sampai sepuluh kilo atau lebih. Tapi benar setelah nya saya
tidak merasakan penyesalan apa-apa atas kelakuan saya itu, malahan saya merasa
keadaan sedikit lebih ringan, meskipun hanya sedikit saja. Saya ingin terus
melanjutkan ini dan semoga saya tetap konsisten dalam proses perjalanan menuju
gaya hidup minimalis ini. Saya merasa perlu membagikannya sebagai kenangan dan
pengingat untuk saya kelak juga jadi dorongan dan motivasi untuk kalian yang
akan memulai gaya hidup minimalis seperti saya. Semoga hari kalian
menyenangkan....... see you next episode Bye
With
love,
Comments
Post a Comment